Teleskop Chandra X-Ray Observatory Kembali Aktif Sehabis Gagal

ray Observatory Kembali Aktif Setelah Gagal Teleskop Chandra X-ray Observatory Kembali Aktif Setelah Gagal
Halo teman astronomi kembali lagi di blog , membahas semua wacana astronomi. Baru-baru ini Teleskop X-ray milik NASA yang berusia 19 tahun akan segera melanjutkan misinya, sebab para insinyur terus berupaya memperbaiki giroskop yang tidak berfungsi Hubble. Observatorium X-ray Chandra NASA masuk ke Safe Mode pada 10 Oktober. Investigasi sedang dilakukan untuk menemukan alasannya.

Observatorium X-ray Chandra NASA akan segera mengamati kosmos sekali lagi, tubuh antariksa itu menyampaikan Senin. Menakut-nakuti ahad kemudian meninggalkan pesawat ruang angkasa dalam mode aman. Chandra yaitu observatorium ruang angkasa yang mengamati objek ekstrim yang memancarkan Sinar-X, ibarat lubang hitam. Masalah dengan Chandra muncul pada 10 Oktober, hanya beberapa hari sesudah Teleskop Luar Angkasa Hubble yang ikonik juga masuk ke mode kondusif sebab persoalan dengan giroskopnya, yang membantu mengarahkan pesawat ruang angkasa. Bersama-sama, pasangan ini mAmanat setengah dari kegiatan "Great Observatories" NASA.

Safe Mode
Sementara dalam Safe Mode, instrumen Chandra bergerak ke konfigurasi yang aman, di mana perangkat keras yang penting dilindungi, wahana pesawat ruang angkasa sehingga panel surya mendapat jumlah sinar matahari yang optimal, dan cermin mengarah ke matahari. Menurut pernyataan resmi NASA, Chandra beralih ke safe mode dengan cara yang konsisten dengan sikap "normal" atau yang diharapkan.

Badan antariksa belum mengumumkan mengapa Chandra memasuki Safe Mode, tetapi semua sistem di atas kapal berfungsi dengan sukses dalam transisi dan semua instrumen Chandra kondusif dan tidak terluka. NASA menyampaikan pekan kemudian pihaknya masih menyidik alasan perubahan mendadak ini.

"Chandra berusia 19 tahun, yang jauh di atas usia desain orisinil dari 5 tahun," kata NASA dalam pernyataannya. “Pada tahun 2001, NASA memperpanjang umurnya sampai 10 tahun. Sekarang masuk ke dalam misinya yang diperluas.

Badan antariksa menambahkan bahwa Chandra diperlukan untuk terus melaksanakan ilmu pengetahuan terdepan selama bertahun-tahun yang akan datang.

Masalah Dengan Hubble
Sementara penyelidikan ini terus mendorong ke depan, "NASA terus bekerja untuk melanjutkan operasi sains dari Teleskop Luar Angkasa Hubble sesudah pesawat ruang angkasa memasuki mode kondusif sebab giroskop yang gagal (gyro) pada Jumat, 5 Oktober," kata pernyataan resmi NASA.

Awal bulan ini, Teleskop Luar Angkasa Hubble beralih dari empat giroskop ke hanya dua gyros yang berfungsi penuh. Sementara teleskop sanggup berfungsi dengan dua, atau bahkan satu, gyro - giroskop menjaga teleskop menunjuk ke arah yang sama untuk jangka waktu yang usang - Hubble berfungsi paling baik dengan setidaknya tiga gyros.

Setelah kegagalan gyro ini, tim operasi Hubble menyalakan gyro cadangan. Sayangnya, gyro cadangan tidak berhasil beroperasi. Sejak itu, tim telah menguji gyro cadangan, yang terus melaporkan kesalahan, tingkat rotasi terlalu tinggi. Gyro cadangan ini juga tidak sanggup melaporkan pergerakan kecil Hubble. Sebuah dewan peninjau anomali dibuat untuk menemukan penyebab persoalan ini dan mencoba memperbaikinya.

Teleskop ruang angkasa Kepler pemburu planet, rendah materi bakar dan mendekati simpulan misinya, memulai bulan dalam mode aman. Para astronom semenjak itu memulai kembali pesawat ruang angkasa dan bekerja untuk mengunduh data terbaru sebelum kehabisan daya.

Sekian artikel kali ini supaya sanggup menambah wawasan bagi kalian, jangan lupa share dan komentar yang membangun untuk blog ini. Jika ingin bertanya atau memberi pesan silahkan klik sajian Contact dibagian atas, Terimakasih.

Komentar